sumpah

Halo, saya ingin bertanya tentang sumpah. Jika kita mencintai orang dalam hubungan LDR (long distance relationship). Tapi beda negara. Jika kita sering bersumpah demi nama tuhan  kepada dia bahwa jika dia datang menemukan kita maka saya akan bersumpah akan menikah dengan kamu dan akan ikut bersamamu ke negara anda serta setia mencintai anda selamanya. Dan celakanya kita sering bersumpah seperti itu. Bisakah kita menarik sumpah itu jika seumpama dia benar datang menemui kita dan kita tidak ingin menikah dengan dia? Bisakah sumpah seperti itu dicabut?

Virgo (bukan nama sebenarnya)

JAWAB:

[DSB]:

Dear Virgo,

Banyak orang tanpa sadar telah melukai hati Tuhan dengan tidak mengendalikan lidahnya. Mulai dari kata-kata kasar, kata-kata jorok, berbohong sampai memfitnah. Sumpah, sayangnya juga merupakan pelanggaran perintah Tuhan untuk menguasai lidah kita.

Mengenai SUMPAH, Tuhan pernah berfirman agar kita tidak bersumpah demi apapun, karena “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Mat 5:37)

Maka yang terbaik yang bisa kita persembahkan bagi Dia adalah dengan tidak bersumpah.

Lalu bagaimana kalau kita sudah terlanjur? Kalau mengacu kepada prinsip dasarnya, kita akan bilang semua sumpah harus dibayar. Karena itu harus berhati-hati dalam bersumpah. Namun kalau dalam kasus Virgo, harus mempertimbangkan juga akibat dari pembayaran sumpah itu. Jangan sampai sumpah yang diucapkan dalam kondisi emosional, membuat kita masuk ke dalam penderitaan/kesulitan seumur hidup kita.

Dear Virgo,
Pernikahan adalah hal yang sakral dan sangat penting. Sesuatu yang hanya terjadi 1x seumur hidup (kecuali kalau Tuhan memisahkan dengan kematian). Saya yakin Virgo menyadari hal sepenting ini tidak seharusnya dipermainkan dalam sumpah.😀
karena kalau tidak, tentunya Virgo tidak akan menuliskan email ini.
Tidak perlu dipusingkan sebenarnya, Virgo berhak untuk membatalkan sumpah Virgo dengan alasan yang masuk akal, bahwa pernikahan tidak boleh dilaksanakan hanya berdasarkan sebuah SAYEMBARA. Pernikahan hanya berlangsung bila kedua pihak, pria dan wanita di hadapan Tuhan mengikatkan diri satu sama lain di dalam cinta kasih yang suci.
Selanjutnya tentu Virgo akan berhati-hati untuk mengucapkan perkataan emosional yang dapat membahayakan masa depan Virgo sendiri.

Tuhan beserta Virgo.