Kata Tuhan

Saya membaca posting Pernahkah Yesus Mengaku DiriNya Tuhan Allah? Ask Sophia menjawab: “yg berucap secara langsung Akulah Tuhan memang tidak ada”. Sebenarnya ada kok ayatnya Yohanes 13:13. Semangat terus melayani, ya Ask Sophia. Tuhan Yesus menyertaimu.

MS

JAWAB:

[MC]:

Dear MS,

Terima kasih atas masukan, dukungan dan penyemangatnya. Kami sangat bersyukur kalau kehadiran kami boleh menjadi berkat bagi banyak orang.

Izinkanlah kami memperlengkapi apa yang telah kami tuliskan di dalam posting Pernahkah Yesus Mengaku DiriNya Tuhan Allah?

Pertama-tama, dalam posting tersebut kami sebenarnya menjawab: “Ucapan secara langsung “Aku ini Allah” memang tidak ada”. Jadi kami memang tidak memakai kata “Tuhan” melainkan kata “Allah” dalam jawaban kami. Namun mungkin hal tersebut masihlah kurang jelas.

Inti pertanyaan dalam posting tersebut sebetulnya adalah sebuah serangan yang menyatakan bahwa Yesus tidak pernah merasa diriNya adalah Allah dan bahwa orang Kristenlah yang mengallahkan Yesus yang sebenarnya hanya manusia biasa. Pandangan ini sebenarnya sangatlah umum beredar di luar Kekristenan.

Dalam Yohanes 13:13 memang dicatat Yesus mengatakan “Akulah Guru dan Tuhan”. Namun, kita harus sedikit berhati-hati dalam menyimpulkan bahwa pernyataan ini adalah pernyataan bahwa Yesus mengakui keilahianNya.

Mengapa?

Karena istilah Tuhan, yang berasal dari bahasa Yunani kurios, sebenarnya digunakan dalam tiga pengertian di dalam Alkitab:

  1. Allah.
  2. Tuan: orang yang lebih terhormat, penguasa, majikan, pemilik budak.
  3. Panggilan sopan: seperti panggilan “Bapak” dalam bahasa Indonesia.

Maka kita lihat, walaupun Yesus berkali-kali dipanggil “Tuhan” oleh orang-orang yang datang kepadaNya, namun tidak berarti bahwa orang-orang tersebut memandang Yesus adalah Allah.

Bila kita teliti Yohanes 13:13 secara mendalam, kita melihat bahwa Yesus menyandingkan istilah Tuhan tersebut dengan istilah Guru. Setelah itu, Yesus mengajarkan bahwa murid-muridNya harus saling melayani seperti Yesus baru saja membasuh kaki para murid.

Tugas membasuh kaki tamu sebetulnya adalah tugas seorang budak, akan tetapi Yesus mengambil alih tugas tersebut, maka di ayat 16 Yesus mengatakan “seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya”. Kata “tuan” dalam ayat 16 dalam bahasa aslinya adalah kata kurios.

Maka bila kita lihat konteks Yohanes 13:1-16, kita akan menemukan bahwa Yesus sedang mengajarkan dan mengingatkan agar para murid memiliki kerendahan hati dan mau saling melayani, karena Yesuspun selaku guru dan seseorang yang lebih terhormat (Tuhan) merekapun mau merendahkan diri untuk menjadi seorang hamba dan melayani mereka yang lebih rendah kedudukannya.

Sekiranya Yesus memaksudkan kata “Tuhan” dalam ayat 13 dalam pengertian “Allah”, sangatlah tidak mungkin kata tersebut disandingkan dengan kata “Guru”, karena antara seorang guru dan Allah seharusnya tidaklah perlu diperbandingkan keterhormatannya. Akan tetapi, guru dan majikan adalah posisi yang menunjukkan orang tersebut lebih terhormat.

Semoga penjelasan ini boleh melengkapi apa yang dulu telah kami uraikan.