paus

Dear ask sophia.. saya Anto. Suatu hari saya pernah membaca alkitab versi Katolik milik teman saya secara sekilas. Saya ingin bertanya beberapa hal :

1. Mengapa Gereja Reformasi tidak mengakui Deuterokanonika dalam kanon alkitab kita? Menurut saya, Deuterokanonika dapat melengkapi alkitab sebelumnya (contohnya tambahan pada kitab Ester & Daniel) dan dapat menambah iman dan pengetahuan kita.

2. Saya pernah membaca di suatu blog Kristen bahwa api penyucian merupakan ajaran tradisi gereja, dan karena ini Gereja Reformasi menolaknya. Pertanyaan saya lagi, jika doktrin api penyucian merupakan tradisi gereja, mengapa ada di Deuterokanonika yang bisa dibilang Perjanjian Lama, dimana gereja belum terbentuk?
(Saya belum bisa mencari tahu apakah benar doktrin api penyucian ada di Deuterokanonika. Saya hanya tahu dari internet dan dari guru agama di sma saya)

3. Menurut Wahyu 22 : 18-19, siapakah yang menambah/mengurangi? Gereja Katolik ataukah Reformasi?

Mohon penjelasannya.. terimakasih.

Anto

 

JAWAB:

[MC]:
Dear Anto,

Gereja Kristen memang tidak mengakui kitab-kitab Deuterokanonika.

Silakan baca : Mengapa Kristen Protestan Menolak Kitab-kitab Deuterokanonika? untuk jawaban kami atas mengapa gereja Kristen menolak kitab-kitab tersebut.

Maka, utk pertanyaan kedua, karena Deuterokanonika jelas bukan bagian dari Firman Tuhan, maka doktrin yg hanya didasarkan pada kitab-kitab tersebut tanpa ada penegasan dari Alkitab jelas tidak dapat diterima sebagai doktrin yg benar.

Wahyu 22:18-19 bukan sekedar tentang kitab Deuterokanonika, namun juga berbicara tentang setiap klaim yg menyatakan bahwa Tuhan memberikan wahyu di luar 66 kitab Alkitab. Artinya selain mencakup Deuterokanonika, ayat tersebut juga berbicara tentang penglihatan-penglihatan yg berada di luar Alkitab.