539225617_16f439ae9b_o

Hi sophia, ada hal yg sangat mengganggu dan mengusik hati saya, saya itu cinta Tuhan ga ada duanya, Tuhan prioritas, kerja saya pemain musik saya punya banyak tato, pake tindik, anting di beberapa bagian tubuh. Bagi saya itu cuma asesoris, fashion, saya seperti ini tu hoby, suka aja, ga ada maksud merusak dll, bagi saya inilah passion. Tapi apakah itu berdosa?dalam hal merusak bait Allah?
Dulu saya sempat dihakimi oleh pendeta saya yg lama karena hal tersebut, tapi di gereja yg baru pendeta saya bilang, gpp kalo menurut saya itu fashion toh nanti ketika kamu kembali yg diangkat cuma rohmu kan, tubuhmu engga dibawa.
Tuhan melihat hati kok. Gitu
Gimana sophia?

Oiya saya tambahin, dulu saya juga pelayanan tiba2 entah aturan apa, saya ditanya gini, mau berubah gak kalo mau pelayanan harus bisa menghilangkan kebiasaan lama, kalo mau naik mimbar harus kudus, saya bener2 seperti ditikam okeh sahabat sendiri, sakit, nelangsa, marah, sedih
Tapi digereja baru saya diterima dan pendeta bilang wah gereja gaboleh gitu, gereja gaboleh mukul jemaat, gereja itu mengabarkan kasih karunia,
kita itu ga ada yg kudus, Yesus yg kudus, kalo kamu menerima Yesus, maka kamu yg ga kudus, jadi kudus karena Yesus

JAWAB:

[MC]:

Saat ini harus kita akui bahwa tato dan tindik telah menjadi bagian dari budaya anak muda.

Saya berprinsip bahwa kita tidak boleh menilai seseorang dari penampilan semata, sebab yg terpenting adalah kesungguhan hati dan kekudusan hidup terhadap Tuhan. Maka sesungguhnya tidak ada masalah bila seseorang yg bertato dan ditindik untuk melayani selama orang tersebut sungguh-sungguh telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan dalam kehidupan sehari-hari pun hal itu tercermin dalam tindakannya.

Selain itu, dalam melayani tentu saja diperlukan motivasi yg benar, yaitu pelayanan sebagai tanda terima kasih kita atas keselamatan yg Kristus telah berikan, dan bukan sebagai ajang aktualisasi diri atau bahkan ajang keren-kerenan.

Di sisi lain, tidak dapat kita pungkiri bahwa bagi sebagian orang yg berasal dari generasi yg lebih tua, mereka masih sering memiliki pandangan negatif terkait tato dan tindik.

Satu prinsip penting yg harus kita ingat dalam melayani adalah karena kita melayani untuk Tuhan, maka sebisa mungkin sebagai seorang pelayan (apalagi pelayan ibadah yg berada di atas panggung dan terlihat langsung banyak orang) kita janganlah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Dalam hal ini, seringkali kitalah yg harus menyesuaikan diri dengan orang yg kita layani agar Kristus dapat lebih baik dipermuliakan.

Yang terpenting, jagalah kekudusan hidup, agar bila ada orang yg mungkin menyindir soal tato dan tindik, akan ada orang lain yg dapat membela bahwa kita benar-benar hidup kudus di hadapan Allah dan tato serta tindik tersebut hanyalah aksesoris.