yoke
Gambar: Pasangan tidak sepadan, diambil dari http://www.otherfood-devos.com/

Shalom,

Saya mau bertanya,saya (perempuan)dan pcr saya seumur,sekarang kami berumur 26thn,saya sudah berpacaran selama 8 thn, dimana pcr saya tdk seiman dgn saya, saya sendiri adalah kristen, sedangkan dia dari kong hu cu
pada awal pacaran saya belum begitu mngerti bahwa dalam akitab tertulis bahwa pernikahan haruslah seiman. seiring berjalannya waktu saya sadar, tetapi saya sudah terlanjur berpacaran dengan dia dalam waktu yang lama.
keluarga dia kluarga kong hu cu yg masih kolot dan masih kental.
saya hanya berdoa agar Tuhan memberikan kepada nya anugrah supaya dapat mengenal Kristus.

sekarang kami memutuskan untuk menikah. orang tua saya tdk melarang karena mereka pada awal pernikahan juga tdk seiman, sehingga pada akhir nya Tuhan memberikan Anugrah kepada mama saya utk dalam mengenal Kristus. Sehingga mama saya berharap agar saya dapat membawa pacar saya kepada Kristus.

Sedangkan dalam persiapan pernikahan pihak laki2 yang beradat istiadat kong hu cu.. mengharuskan saya memegang hio pada saat pernikahan utk memberi penghormatan kepada leluhur mereka (papan merah yg d tulis2 nama leluhur)..mereka mengatakan bahwa sekali saja minta saya pgng hio..untuk selanjutnya mnjalani rumah tangga.mereka bilang bahwa terserah kami mau masuk agama apa.
Saya ada bilang bahwa saya tidak bisa. tetapi mereka sprti kecewa berat karena merasa saya tdk mnghargai leluhur mereka.

Dan satu lagi mereka meminta tgl lahir chinese saya utk kasih liat kepada org ‘pintar’ (anda ngerti sendiri maksud saya) dan karena sama umur, menurut mereka kami shio kuda, satu kandang gak ada 2 ekor kuda.
jadi mereka mau melakukan semacam perubahan utk pcr saya dan saya.
saya pribadi tidak peduli dengan hal seperti itu..saya hanya percaya kepada Tuhan pemilik hidup manusia.. sehingga saya memang tidak keberatan mereka mau melakukan apa pun..asal saya tidak ikut serta dalam pengadaan yg mereka lakukan…mereka hanya meminta tgl lahir chinese saya..

Yang menjadi pertanyaan saya.. Apakah dengan tidak memegang hio, saya menjadi sandungan bagi mereka yg belum percaya?? apakah yg saya lakukan sudah benar?? apakah kalo saya memegang hio saya berdosa?? saya sudah di baptis. saya hanya takut menjadi sandungan bagi org yg belum percaya. saya juga takut akan Tuhan. (saya sudah baptis)
Mohon saran,pendapat saudara
Terima kasih.

Tuhan memberkati

Regards,
Cynthia (bukan nama sebenarnya)

JAWAB:

[DSB]:

Dear Cynthia,

Memang benar, bahwa seseorang bisa saja bertobat karena istrinya/suaminya yang membawanya bertemu Kristus. Namun hal ini tidak selalu terjadi. Tuhan sudah memberikan perintah melalui Firman-Nya untuk menikahi pasangan yang seiman, bila kita berasumsi bahwa di suatu hari kelak pasangan kita akan menerima Kristus, ini namanya spekulasi, dan lama-lama bisa jadi berubah menjadi PEMAKSAAN kepada Tuhan.
Lain halnya kalau memang pada saat menikah keduanya belum benar-benar beriman, dan pada jalannya pernikahan istrinya menjadi pengikut Kristus. Untuk mereka ini Paulus berkata bahwa istri jangan menceraikan suaminya, karena suaminya bisa menjadi percaya akibat kesaksian istrinya.

Dear Cynthia,
Memang berat sekali rasanya apabila pasangan yang kita pikir cocok, tetapi ternyata tidak dapat kita nikahi karena ada perbedaan yang mendasar seperti agama.Namun Cynthia harus berpikir lebih panjang. Pikirkan bagaimana kelak kalau harus mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup, misalnya pindah kerjaan, pindah rumah, dll. karena dsarnya beda, beda pula cara setiap orang mengambil keputusan.

Pikirkan juga bagaimana dengan anak? Anak bukan hanya membutuhkan pendidikan Kristiani, namun ia juga membutuhkan teladan Kristiani dari KEDUA ORANG TUANYA. Khususnya Perjanjian Lama secara tersirat menyatakan bahwa ayahlah yang seharusnya mendidik anak di dalam Tuhan.

Terlebih lagi permintaan pada saat pernikahan untuk memegang hio, tanggal lahir dan sebagainya. Hal-hal ini terpaut erat dengan penyembahan kepada ilah lain dan praktek perdukunan dari agama kong hu cu, tidaklah dimungkinkan untuk melakukan hal-hal tersebut tanpa mendukakan hati Tuhan.

Maka, saya mengajak Cynthia sekalipun kami menyadari betapa beratnya, untuk memikirkan kembali keputusan Cynthia ini. Cynthia boleh memberi calon Cynthia waktu untuk memikirkan untuk percaya Kristus, namun apabila waktunya sudah habis dan ia tidak bersedia, Cynthia perlu mengambil keputusan yang sesuai dengan Firman Tuhan.

Mungkin menyakitkan, tapi percayalah, Tuhan kita tidak diam. Ia memperhitungkan segala penderitaan kita untuk nama-Nya.

Kami akan mendoakan sdr Cynthia.