arcpoint-labs-doesn-t-require-an-appointment-other-labs-may-require-UOHBS2-clipart

Shalom kaa, namaku Vania (bukan nama sebenarnya), aku ingin bertanya, beberapa hari yang lalu ada seorang teman dekatku bercerita tentang hubungannya dlm pacaran, dia menceritakan bahwa dia sudah berpacaran selama 7bulan, dan mrka menjalani hubungan itu dengan tidak dlm kekudusan, mereka sudah melakukan kissing, dan sampe ———–cut————, dan mereka melakukan setiap kali si pria itu bermain kerumah cewenya, sebenernya mrka awalnya melakukan kissing, lalu mrka berdua sempat mnta ampun sama Tuhan hingga tdk melakukannya lg, tetapi mrka melakukan hal yg sama lg, sampai pada akhirnya mrka bener2 mnta ampun lalu mrka berpuasa bersama hingga ciuman itupun bisa tdk dilakukan lg, tp karna mrka sering berdua dlm rumah si cewe mrka kena lagi, mrka berciuman di pipi tapi dengan petting, akhirnya mrka jga memutuskan untuk tdk bgtu lg,namun ksini2 makin parah, mrka sbnrnya udh beberapa kali berdoa bersama untuk mengakhiri seks sprti itu, namun tetap saja msh berlanjut hingga pada akhirnya si cewe ini menangis di dpn si pria ini lalu mrka berjanji kalau mrka akan menghindari tmpt dmana tmpt itu sepi, namun msh saja godaan dtg menghampiri mrka, rasa khawatir dan kcewa terjadi pada cewe ini, hingga pada suatu hari pasangan ini mengadakan puasa dengan bertema pengampunan, dan mrka mrlakukan itu dgn sukses, berjalan seiringnya waktu mrka bisa tdk melakukannya, namun pada hari jadi mrka yg ke 7bln malah mrka melakukan hal yg sama lagi, mrka sudah berkali2 mnta ampun sama Tuhan tp tetap saja melakukan hal seperti itu, meskipun di dlm hati merka menolak untuk sprti itu, namun keadaan yg mndukung
Pertanyaannya :
1. Bagaimana menghentikan perbuatan itu? Tanpa omongan dan janji2 semata?
2. Apakah Tuhan mau mengampuni dan menerima kembali? Meskipun mrka mnta ampun dan melakukannya lg?
3. Bagaimana mengatasi godaan2 itu?

Terimakasih ka, ditunggu jawabannya
Gbu

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear Vania,

Sex adalah suatu godaan terbesar bagi pria dan wanita, khususnya di jaman modern ini. Tidak ada seorang pun yang kebal terhadap masalah ini. Apalagi para pemuda yang belum menikah. Maka tidak ada jawaban yang instant dan mudah bagi pasangan pasangan yang jatuh dalam dosa seperti ini (yang mungkin mencakup lebih dari 50% pasangan kristen).
Prinsip umum memang seperti yang telah dibahas pada posting-posting berikut:
Nah, untuk lebih lanjut menjawab pertanyaan Vania:
Pertanyaan 1&3.
Kalau kedua pihak sudah sulit mengendalikan problem dosa ini, maka saya ingin menyarankan beberapa pilihan untuk teman Vania:
Opsi pertama: datang kepada hamba Tuhan atau konselor lokal untuk membantu pasangan tersebut hidup benar
Opsi kedua: apabila umur sudah cukup, dan pacaran pun sudah mantap, maka sebaiknya dapat mulai mempersiapkan pernikahan
Karena memang disadari bahwa kedua insan yang saling mencintai dengan berlalunya waktu akan semakin akrab secara fisik (secara natural), nah tingkat komitmen dari kedua insan itu perlu juga ditingkatkan, dari pertemanan, persahabatan, pacaran, tunangan, pernikahan. Karena itulah opsi kedua kami sarankan.
Opsi ketiga: sebaiknya hubungannya tidak dilanjutkan (setidaknya break dulu untuk sementara waktu). Kalau opsi kedua dan pertama tidak dapat dilakukan, mungkin harus mempertimbankan untuk mengambil opsi ketiga. Ingat bahwa Tuhan pernah berfirman “Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; ” Markus 9:43
Pertanyaan 2.
Untuk hal ini, silakan membaca 1 Yoh 1:9, tidak perlu menafsirkan macem-macem, cukup baca saja dan dipegang sebagai janji Allah.
Serahkanlah diri Anda kepada Tuhan, sebab Ia yang memelihara kita. Ia akan menjaga kita sehingga kita tidak jatuh tergeletak.
 “apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. ” Mzm 37:24
Tuhan memberkati Vani dan temannya, doakanlah mereka, kami pun berdoa untuk mereka.