Saya pernah bernazar, tapi saya mengingkarinya. Tapi disaat saya mengingkari saya ingat Tuhan dan saya berhenti melakukannya dan menyesali (minta maaf). Apakah saya akan diberikan hukuman sesuai nazar saya?

Surya (bukan nama sebenarnya)

JAWAB:

[DSB]:

Dear Surya,

Mengenai nazar, kami pernah membahasnya pada posting berikut (Bernazar Menjadi Nazir Allah).
Allah kita adalah Allah yang adil dan penuh kuasa. Tidak ada seorang atau suatu mahluk pun yang bisa melarikan diri dari kehendak-Nya. Segala sesuatu tunduk pada isi hati Allah. Demikian juga kita.
Namun Allah yang dashyat yang kita sembah juga adalah Allah yang penuh kasih dan berlimpah belas kasihan dan kemurahan-Nya. Dia tahu dengan pasti bahwa kita ini abu dan debu (Mzm 103:14). Bahwa kita akan lenyap, habis, hancur begitu Ia membalaskan sesuai dengan kejahatan kita.
Tuhan tidak pernah menghukum kita semata-mata untuk membalas tingkah laku kita. Ia selalu memikirkan yang terbaik bagi kita tatkala ia memutuskan untuk menghukum kita. Tongkat pukulan itu ada untuk melindungi kita, untuk mendidik kita.
Jadi tidak perlu kuatir akan penghukuman Allah, ingat, Yesus sendiri pernah berkata, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Matius 11:29). Yesus ingin kita tenang dan berserah pada-Nya, Ia tidak ingin kita kuatir dan hidup dalam ketakutan. Serahkan saja diri Anda pada-Nya, Ia adalah Bapa yang dapat dipercaya!
GBU
Advertisements