Shalom.

Saya ingin bertanya. Saat ini saya sedang dalam keadaan yg tidak enak. Saya dan pacar saya sudah berpacaran 1 tahun lebih. Selama ini kami LDR karena dia kuliah di luar kota. Kami berdua bertekad serius untuk bisa sampai ke pernikahan sekalipun itu masih jauh. Namun akhir-akhir ini dia meminta sesuatu yang bagi saya sulit juga kurang pantas yaitu sekwilda. dia akan pulang dan mau menemui saya jika saya bisa memberi apa yang dia minta, sebaliknya dia tidak akan menemui saya dan sifatnya akan berubah jika saya tidak memberikannya. dia beralasan karena hubungan yg LDR, dan rasa sayangnya pada saya itu yang membuat dia sangat ingin melakukannya. Saya bingung kak satu sisi saya tahu itu dosa dan tidak benar di mata Tuhan, tapi satu sisi saya akan sedih sekali melihat pacar saya yang akan cuek dan tidak mau menemui saya. Saya harap askshopia bisa membantu saya.

Thanks

Vera (nama samaran)

 

JAWAB:

[DSB]:

Dear Vera,

Senang sekali dengan anak muda yang punya tekad untuk menjaga kekudusan dalam pacaran di zaman di mana seksualitas menjadi barang murahan sekarang ini.

Tentunya mengenai sekwilda dst Vera sudah menyadari perlunya hal itu dihindari, sekalipun sudah dekat akan menikah pun, prinsip kekudusan tetaplah sama. Walaupun dunia sekalipun mendesak dan menekan untuk melakukan perbuatan yang tidak berkenan di hati Allah, tentunya kita seyogyanya menghindari hal tersebut. Bahkan dalam Efesus 5:3 dikatakan:

Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan DISEBUT SAJA PUN JANGAN di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

Nah sekarang bagaimana dengan pacar Vera?
Kami Asksophia selalu rindu semua anak Tuhan mendekat pada Tuhan, karena Kekristenan sama sekali bukan sekedar Agama. Kekristenan adalah suatu relasi yang intim dengan Tuhan. Suatu relasi yang intim selalu menghasilkan buah-buah yang baik seperti kasih, damai, sukacita dan kebenaran. Walaupun ada kalanya anak-anak Tuhan terpelosok dalam lumpur dosa, tetapi pertobatan dan kerinduan untuk terus-menerus melakukan hal yang benar akan selalu menguasai orang yang sungguh-sungguh Kristen. Maka bila kekasih Vera adalah orang Kristen sejati, seharusnya ia dapat disadarkan bahwa perbuatan itu D O S A. Dan pada saat ia menyadarinya ia dapat meminta maaf untuk pernah meminta hal tsb kepada Vera.

Kami tidak mengenal kekasih Vera, kami tidak dapat mengetahui apakah alasan di balik tuntutan kekasih Vera untuk sekwilda itu. Namun apa pun alasannya, kalau sudah berhubungan dengan dosa, maka semestinya tidak boleh ada toleransi. Lagipula hubungan yang sudah tercemar oleh kenikmatan seksual (sekalipun belum bersetubuh), akan mengalihkan waktu yang seharusnya digunakan untuk saling mengenal secara karakter, pemikiran dan nilai-nilai hidup, dan menggantikannya dengan kontak fisik yang berlebih-lebihan (beresiko sampai terjadi hubungan intim dan kehamilan).

Memang, ada orang-orang tertentu yang kurang beruntung sehingga mengalami perlakuan buruk dari orang tua. Orang-orang seperti ini bisa menuntut kasih sayang yang lebih dari biasanya. Nah, kalau memang sang pacar membutuhkan kasih sayang yang lebih daripada orang lain, maka berikanlah kasih sayang yang lebih kepada pasangan Vera itu dalam batas-batas pacaran. Vera bisa memberikan kasih sayang tersebut melalui berbagai bahasa kasih ini:

  1. Waktu berkualitas
  2. Pemberian (gift) (dari membelikan hadiah, atau memasakkan makanan kesukaannya)
  3. Kata-kata pujian
  4. Sentuhan fisik (namun dalam batas yang semestinya)
  5. Melayani dia (misalnya membuatkan kopi, menguruskan hotel/tiket pp, dll)

Semoga tulisan kami dapat menolong Anda melakukan yang benar. Kami akan mendoakan Sdri.

Advertisements