Shalom

Saya gadis yang sudah lahir baru 11 tahun lalu. Jadi hubungan saya dan Tuhan harusnya sudah akrab.
Tapi di 2 tahun terakhir, saya mengalami kekecewaan yang membuat saya renggang dengan Tuhan. Hingga akhirnya saya jatuh dalam dosa sex dengan teman beda agama.
Saya ketakutan dan malu, saya sadar hal itu sangat salah, saya minta ampun sama Tuhan dan tidak lagi punya kontak dengan dia.
Menjadi kebingungan saya saat ini, sahabat sejak SMA saya yang juga pelayan Gereja yang aktif mengatakan bahwa ia ingin menikahi saya. Apakah saya harus menceritakan tentang masa lalu ini kepadanya?
Apakah saya layak bersanding dengan dia ?
Apakah masih ada pengampunan untuk saya ?

 

Mei-Mei (NS – nama samaran)

 

JAWAB:

[DSB]: 

Dear Mei-mei,

Saya bisa merasakan betapa takutnya dan malunya Mei-Mei akan masa lalu Mei-Mei. Rasa bersalah itu terus menghantui dan membuat kita tertekan.

Tetapi rasa bersalah ini bisa membuat Mei-Mei semakin terpuruk dan malah menjadikan kita terpelosok lebih mendalam di dalam dosa. Karena itu merataplah, menangislah, mengasihanilah diri sendiri, tapi setelah itu STOP. Gunakan 1 Yohanes 1:9 sebagai dasar bahwa Allah telah mengampuni kita bila kita mengakui segala dosa kita di hadapan Tuhan. Di dalam Dia selalu ada jalan, selalu ada harapan seberapa kotornya pun Anda di masa lalu Anda.
Sekarang bagaimana dengan orang yg kita cintai berikutnya? Apakah kita harus mengatakan kisah hidup kita kepada mereka?
Jawabannya tentu harus! Tidak mungkin kita menjalani pernikahan dengan suatu kebohongan. Kejujuran itu adalah fondasi pernikahan yang melindungi pernikahan dari berbagai cobaan di kemudian hari.
Pertanyaannya bukan apakah saya harus menceritakannya tetapi KAPAN.
Begini, hubungan antara pria dan wanita yang saling mengasihi itu bertumbuh seiring dengan waktu. Semakin bertumbuh hubungan itu, maka komitmennya pun semakin kuat. Sewaktu kita baru berkenalan, tidak mungkin kan kalau kita langsung menceritakan tentang ada adik kita yg kena sakit kanker?
“Hi, saya Deny, adik saya kena kanker ganas”.
Teman baru kita akan merasa aneh dan bertanya-tanya apa maksud Anda menceritakan hal tersebut.
Tentunya teman yg sudah beberapa waktu bersama  kitalah yang kita ceritakan perihal adik kita itu.
Sama juga dengan pacaran, tidak masuk akal kalau begitu jadian lantas kita langsung menceritakan segala sesuatu yg terjadi pada masa lampau.
Nah kalau begitu kapan kita bisa menceritakan rahasia kelam terdalam kita pada pacar kita? Jawabannya adalah ketika Anda berdua akan melangkah ke jenjang yg lebih tinggi, yaitu tunangan/pernikahan. Saat sudah ada pembicaraan yg serius untuk hal tersebut, berarti komitmen dari keduanya sudah cukup kuat untuk bisa menceritakan mengenai hal-hal serupa itu.
Berdoalah terlebih dahulu kepada Tuhan, serahkanlah pada Dia. Kalau sang pria akhirnya menolak Anda, mungkin itu salah satu cara Tuhan memberitahu Anda bahwa ada pria ini bukan jodoh Anda. Percaya saja dan Ia tidak akan mengecewakan Anda.
Tuhan memberkati.
sudah siap nikah
Advertisements