Perjanjian seorang pria dgn wanita dihadapan Tuhan saja tanpa hadirnya seorang saksi apakah Tuhan memberkati perjanjian mereka ?
Jika seorang pria tersebut setelah 6 tahun tinggal bersama dan akhirnya mengingkari janjinya dan meninggalkan pasanganya dgn berbagai alasan bagaimana menurut pandangan Tuhan ?
Orang tua yg sdh mengetahui bahwa anak lelakinya telah tinggal bersama dgn pasangannya tetapi malah memisahkan apakah bisa dibenarkan ?
Trimakasih sebelumnya Tuhan memberkati.
Kaifas (nama samaran)

[JAWAB]:

[DSB]:

Dear Kaifas,
Maka waktu membaca email ini saya merasa ngilu. Karena ini adalah salah satu contoh penyimpangan dalam hubungan cinta kasih yang suci antara pria dan wanita.
Kaifas, kalau yang Anda maksudkan dengan perjanjian adalah pernikahan, maka dalam Kekristenan, kita mengakui pernikahan sesuai dengan hukum sipil. Dalam hal ini di Indonesia sebuah perkawinan hanya sah bila melalui pernikahan dalam agama masing-masing. Sehingga pernikahan yang hanya berupa perjanjian 2 pihak tanpa saksi, tidak dapat dianggap sebagai pernikahan sipil, dan berarti masuk kategori summon liven atau kumpul kebo.
Dari sisi Firman Tuhan, jelas Tuhan tidak menginginkan kumpul kebo terjadi. Karena itu, sebaiknya mereka berdua menikah, atau jika sudah kondisi seperti ini, pilihan lainnya adalah masing-masing baik yang pria maupun yang wanita jalan masing-masing, bertobat dan buka lembaran baru, jangan lagi melakukan kesalahan yang sama. Karena cinta tanpa komitmen sesungguhnya bukan cinta, hanya kasmaran saja.
Saya berdoa supaya Tuhan memberkati dan menuntun hidup mereka selanjutnya.
Advertisements