Shallom kak,

Saya mau nanya saran nih saya berasal dari keluarga yg aktif di gereja. Bapak saya seorang penatua di gereja, mama saya menjadi anggota ibu2 di gereja dan saya sendiri wakil ketua pemuda. Saya juga seorang leader song di gereja atau pemimpin lagu, waktu itu saya ditawari pendeta saya untuk menjadi guru sekolah minggu sempat beberapa kali namun saya tolak karna saya pernah bertanya kpd orang tua dan mereka melarangnya. Katanya nanti kamu diomongin kita sekeluarga tampil digereja dll. Sampai suatu saat kemarin pdt saya minta tolong lagi untuk saya jadi guru skm sementar karna guru skm yg lain ada acara ibadah di jkt. Dan saya mengiyakan toh sejujurnya saya memang ingin sekali menjadi guru skm. Saya izin kepada bapak mama dan mereka ngebolehin karna cuman sementara senang nya saya tak tertolong. Nah pagi sebelum saya berangkat saya sempet cekcok dengan mama saya karna hal sepele dia tidak mengizinkan saya pergi ngajar skm tapi saya kekeh buat pergi. Disaat saya udah siap buat pergi bapak saya datang dan melarang dengan alasan takut saya gabisa bagi waktu buat belajar karna hari sabtunya saya bagi rapot dan nilai saya ada beberpa yg kecil. Tapi jujur saya rasa bukan karna itu, toh kemarin malam saya gereja bapak ga larang sama sekali kok ini tbtb larang. Saya sedih kak kecewa sekali. Kok saya mau melayani tapi dilarang keras. Ini kam buat Tuhan saya tidak aneh2. Saya sampai menangis kak nulis ini wkwk. Saya minta saran dong kak saya harus gimana? Jujur saya ingin sekali, dalam hati saya benar benar ingin.
Trimakasih kak
CC

JAWAB:

[DSB]:

Senang sekali mendengar seseorang yang aktif melayani Tuhan bahkan giat mengambil berbagai pelayanan untuk kemuliaan-Nya. Kalau saya tidak salah tangkap, berarti saat ini CC melayani menjadi wakil ketua pemuda dan juga song leader ya. Dan CC sangat ingin sekali menjadi guru sekolah minggu, namun dilarang orang tua.
Prinsipnya dalam pelayanan kita memang perlu menjalankan apa yang:
1. Tuhan percayakan melalui kesempatan-kesempatan
2. Menjadi passion kita, karena bisa saja itu adalah beban pelayanan dari Tuhan
3. Merupakan talenta kita
Sebagai anak muda, pelayanan juga lagi hangat-hangatnya dan merupakan kesempatan untuk melayani di berbagai bidang, karena setelah menikah dan punya anak, kesempatan kita untuk melayani sudah semakin terbatasi oleh waktu dan tanggung jawab lainnya.
Nah, selama kita masih muda juga kita tidak terbebas dari tanggung jawab-tanggung jawab yang kita miliki. Dalam hal ini selama masih sekolah berarti ada tugas dan tanggung jawab untuk menjadi yang terbaik yang dapat kita lakukan di sekolah. Selain itu tugas kita juga menghormati dan menjalankan tugas-tugas di rumah sebagaimana seharusnya seorang anak.
Selama tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita dapat dilakukan dengan baik, tentunya orang tua juga tidak melarang kita aktif dalam berbagai pelayanan.
Kami di sini tidak dapat mengetahui apa penyebab orang tua CC melarang CC mengambil pelayanan SM, bisa karena kuatir dengan sekolah, tapi mungkin juga ada hal-hal lain. Bagaimanapun, ada baiknya jika CC langsung menanyakan kepada orang tua CC sendiri. Kalau misalnya memang masalah waktu, CC dapat bernegosiasi, misalnya meyakinkan orang tua bahwa sekalipun menjadi guru sekolah minggu, CC akan tetap dapat mempertahankan nilai CC. Atau misalnya dengan barter, pelayanan song leader dengan guru sekolah minggu.
Tapi yang penting di sini adalah, ketaatan CC pada orang tua. Karena orang tua yang saleh, tidak pernah merencanakan yang jahat buat anak-anaknya. Kalau memang orang tua tidak mengerti akan anak-anak mereka, alangkah baiknya memang anak-anaknya mendekati orang tua mereka, membiarkan diri untuk dikenal, dan bernegosiasi. Tujuannya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi supaya nama Tuhan yang dimuliakan, bukan hanya di gereja, tetapi juga di rumah kita.
Tuhan memberkati.
Bagaimana aku tahu DIA SUKA PADAKU_
Advertisements